Resistensi Perubahan

Jauh dari orang yang kita sayangi memang bukanlah suatu hal mudah untuk kita. Bagaimana mungkin bisa kita akan begituh muda untuk melewati hari-hari tanpa dia dan meraka. Moment-moment bersama pasti akan menjadi sebuah virus yang akan selalu merusak hari-hari yang akan kita lewati. Aku paham betul yang namanya rindu, namun tak begituh banyak yang bisa kulakukan selain berdoa bila suatu saat segala rindu akan terobati dengan pertemuan yang lebih indah dengan ikatan yang telah pasti utamanya. Aku tau sejauh ini kita selalu bersama dan melewati segala hal bersama. Aku tau kau tak mampu melakukan banyak hal untukku dan begitupun sebaliknya. Aku yang selalu memaksakan kehendak dan  kau yang selalu berusaha untuk memenuhinya dengan melakukan segala cara untukku dan aku yang tak pernah menhargai hal tersebut. Maafkan aku dengan perlakuanku yang tidak  begituh baik kepadamu. Tak banyak hal yang mampu kulakukan untuk membuatmu bahagia, bahkan hal kecil pun aku tak mampu, senyum salah satunya. Keadaan yang saat ini dimana hubungan komunikasi antara kita tidak begituh membaik, aku berpikir hal tersebut terjadi karna perlakuanku sendiri yang tak pernah merasa bahwa engkau ada, yang tak pernah memahamimu dan mengerti setiap usahamu. Lalu apa yang harus kulakukan saat ini untuk memperbaiki kembali hubungan kita yang renggang ini? Aku tau engkau selalu berusaha untuk menjaga hubungan kita, namun sepertinya keadaan tidak begituh mendukung. Aku selalu berusaha untuk memperbaiki suasana hati dan pikiranku mengenai tentang kita. Berusaha untuk lebih memahami, lebih mengerti, lebih percaya namun sepertinya aku gagal. Hampir setiap hari kita berdebat iya, aku tau itu semua terjadi karna aku dengan sikap yang terlalu sensitif, yang egois yang tak bisa memahami dan mengerti kamu. Aku merasa kamu bukan lagi yang kukenal dulu. Engkau selalu mengatakan bahwa itu hanya pendapat dan perasaanku saja, engkau masih dengan orang yang sama yang selalu menyayangiku tetapi kenapa yang kulihat tidak seperti itu lagi. Mengapa keadaan seperti ini? Aku tau perubahan itu memang wajar, dan mungkin saat ini aku adalah salah seorang yang menolak perubahan terhadap sosok dirimu. Sebagaimana yang dikatakan oleh dosen manajeman perubahan bahwa yang abadi itu adalah perubahan. Wujud perubahan itu hanya dua perubahan yang positif atau negative yang intinya untuk menjadi yang lebih baik itu pasti dengan berubah. Mungkin saat ini yang kita hadapi adalah suatu perubahan yang positif yang mengarahkan kita untuk menjadi yang lebih baik dan saling memantaskan diri satu sama lain. No problem jika saat ini engkau menjauhkan dariku, tapi aku mohon jika sudah saatnya tolong kembalikan dia kepadaku karna hanya dia yang kuinginkan jagakanlah dia untukku. 

Komentar